Setiap penyakit itu pasti ada ubatnya, berdasarkan sabda Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam berikut:
Dari Jabir radhiyallahu `anhu, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : “Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Oleh karena itu, barang siapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit, maka dengan izin Allah `Azza wa Jalla dia akan sembuh.” [HR. Muslim, dalam Kitab as-Salaam, bab Li kulli Daa-in Dawaa wa Istihbabut Tadaawii, Hadits no. 2204]
Dan kewajipan kita adalah berikhtiar dan berusaha semaksima mungkin dalam mencari penawarnya. Pastinyai dalam usaha kita mengubati penyakit yang diderita, kita harus memperhatikan 2 perkaral:
Pertama, bahwa ubat dan doktor hanya pemangkin kesembuhan, sedangkan yang benar-benar menyembuhkan adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kedua, ikhtiar tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang haram dan syirik. Yang haram ini seperti berubat dengan menggunakan ubat yang terlarang atau barang-barang yang haram, karena Allah tidak menjadikan penyembuhan dari barang yang haram. Dan tidak boleh pula berubat dengan hal-hal yang syirik, seperti pengubatan alternatif dengan cara mendatangi bomoh, dukun, tukang sihir, paranormal, orang pintar, menggunakan jin, pengobatan jarak jauh atau yang semisalnya yang tidak sesuai dengan syari’at, sehingga dapat mengakibatkan jatuh ke dalam syirik dan dosa besar yang paling besar.
Salah satu cara pengubatan yang dianjurkan oleh Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam adalah dengan ubat alami Habbatus Sauda’, berikut ini adalah pembahasannya:
Dari Abu Hurairah rodhiyallahu `anhu, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : ” Dalam Habbatus Sauda’ ada obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam”. Ibnu Syihab (seorang rawi hadits ini) mengatakan : “as-Saam adalah kematian, dan Habbatus [HR. Bukhori, dalam Kitab at-Thibb, bab al-Habbatus Sauda’, Hadits no. 5688]
Dari `Aisyah radhiyallahu `anha, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : ” Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini adalah obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam”. Aku berkata (Perawi hadits ini, yakni Kholid bin Sa’ad): “apa itu as-Saam?” dijawab (yakni oleh Ibnu Abi Atiq): “Kematian”. [HR. Bukhori, dalam Kitab at-Thibb, bab al-Habbatus Sauda’, Hadits no. 5687]
Dari Abu Hurairah rodhiyallahu `anhu, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah ada suatu penyakit, kecuali dalam Habbatus Sauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali as-Saam (kematian)” [HR. Muslim, dalam Kitab as-Salaam, bab at-Tadawi bil Habbatus Sauda’. Hadits no. 2215]
Nama lain dari hebal alami Habbatus Sauda` adalah Nigella Sativa, al-Karawiyyah as-Sauda’, al-Kamoun al-Aswad, asy-Syuniz, black cumin, kerosene, coal oil, carazna.
Daripada beberapa hasil penyelidikan, Habbatus Sauda` memiliki khasiat –dengan izin Allah– :
Sauda’ adalah asy-Syuniz.”
1. Menguatkan imun sistem pada diri manusia.
2. Melawan sel-sel kanser/tumor.
3. Mengubati peradangan serta infeksi.
4. Menyembuhkan penyakit Darah Tinggi.
5. Membunuh cacing-cacing parasit jika dimakan sebelum makan pagi
7. Menghilangkan sesak nafas & sejenis kesulitan nafas, melonggarkan penyumbatan akibat kahak.
9. Melancarkan haidh.
10. Menghilangkan demam yang berlarutan
18. Dapat menghancurkan batu karang
Aiman bin `Abdil Fattah mengatakan :”Karena itulah kami dapat menetapkan bahwa dalam Habbatus Sauda’ terdapat kesembuhan untuk segala macam penyakit, karena peranannya yang menguatkan dan memperbaiki imun sistem, suatu sistem yang di dalamnya ada kesembuhan dari segala macam penyakit, yang bereaksi terhadap segala sebab yang menimbulkan penyakit, yang memiliki kemampuan awal untuk memberikan kesembuhan secara sempurna atau sebagian diantaranya untuk menyembuhkan segala penyakit”.
Beliau juga mengatakan : “Begitulah kejelasan hakikat ilmiah tentang hadits yang mulia ini, yang sebelumnya tidak pernah diketahui siapapun, apalagi dinyatakan kepada masyarakat. Padahal yang demikian itu sudah dinyatakan sejak 14 abad yang lampau, yang menerima wahyu dari Dzat Yang Maha Mengetahui segala rahsia makhluk-Nya. Benar apa yang difirmankan-Nya :
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS An-Najm : 3-4).
Kemudian beliau (Aiman bin `Abdil Fattah) mengingatkan : “Penelitian tentang pengobatan cara Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam seperti ini, dengan menggunakan cara yang sederhana namun besar manfaatnya. Kita tidak boleh mengabaikan penggunaannya.
